SCLS: 24 Jam Bersama Anak Yatim

Agustus 14, 2019 oleh : superadmin-ipols

Yogyakarta (11/08) sudah hamper tiga minggu lamanya peserta Summer Course on Law and Sharia mengikuti agenda kegiatan. Peserta yang berasal dari tiga negara dan budaya berbeda yaitu Malaysia, Turkey dan Taiwan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di panti asuhan. Sebelum mereka melaksanakan agenda utama, peserta berangkat menuju Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan pertama dimulai pukul 8.00 pagi, peserta menunggu bis di titik temu untuk bersama-sama menuju tempat tujuan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Disana, peserta diberikan pembekalan ilmu mengenai Muhammadiyah. Setelah mengikuti berbagai agenda kegiatan summer school yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, peserta perlu mengetahui lebih dalam tentang Muhammadiyah. Penjelasan dijelaskan kepada para peserta yang tidak mengerti dan mengetahui apa Muhammadiyah itu sendiri.

Banyak dari peserta yang penasaran dengan gerakan Muhammadiyah, karena hal seperti ini tidak ada di negara mereka. Antusias para peserta terlihat dari raut wajah dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para peserta. Setelah semua sesi telah selesai, peserta berangkat menuju tempat tujuan selanjutnya yaitu Panti Asuhan Putra Muhammadiyah.

Di panti asuhan tersebut, peserta akan menghabiskan 24 jam mereka bersama-sama dengan anak panti asuhan. Tempat tidur peserta sudah tertata rapi di lantai dasar aula panti asuhan. Setelah mendapatkan tempat untuk tidur, para peserta beristirahat sebelum melanjutkan agenda selanjutnya. Tepat pukul 5.00 sore seluruh peserta dan panitia berangkat menuju masjid untuk buka puasa bersama dan sholat berjamaah.

Selanjutnya, peserta berangkat menuju Malioboro untuk menyaksikan Jogja Takbir Festival. Festival ini dimaksudkan untuk menyambut dan merayakan Idul Adha esok hari. Takbir berkumandang dimana-mana menambah suasana kegembiraan malam itu. Setelah menyaksikan festival bersama dengan anak panti, mereka kembali ke panti asuhan menggunakan bis untuk beristirahat.

Keesokan harinya semua peserta, panitia dan anak panti melakukan sholat idul adha di halaman panti asuhan bersama dengan penduduk sekitar. Semua orang berpakaian rapih dan cantik untuk menyambut dan merayakan idul adha. Peserta SCLS hususnya yang berasal dari Taiwan memerhatikan tradisi pemotongan hewan qurban yang ia belum pernah lihat sebelumnya. Seluruh peserta ikut membantu anak panti memasak hewan quran yang akan dibuat menjadi sate.

Keakraban antara peserta dan anak panti sangat terlihat pagi ini, mereka memasak daging bersama dan ada pula yang bermain kejar-kejaran. Anak panti merasa senang atas kunjungan yang menghibur, apalagi mereka berasal dari mancanegara. dan juga, para peserta juga turut merasa senang sekaligus lebih bersyukur atas apa yang mereka punya. Makan siang dilakukan setelah melakukan sholat dzuhur.

Para peserta, panitia dan anak panti menyantab makan siang mereka dengan sangat lahab. Daging hewan qurban yang diolah menjadi gulai dan sate terlihat sangat lewat. Mereka sangat menikmati hidangan makan siang khususnya peserta SCLS. Setelah selesai makan siang, peserta dan panitia berpamitan kepada anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah. Setelah menghabiskan waktu satu hari, peserta dan anak panti merasa sedih karena harus berpisah.